Wednesday, February 13, 2013
KECANTIKAN SEJATI
Kecantikan sejati bukan dilihat dari suaranya yang merdu, tetapi dari perkatannya yang selalu benar,
Kecantikan sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi bagaimana dia menjaga kehormatannya di manapun ia berada,
Kecantikan sejati bukan dilihat dari banyaknya lelaki yang memujanya, tetapi dari komitmen terhadap lelaki yang telah dicintainya.
#rindu
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Saturday, December 8, 2012
INDAHNYA DIRIMU
Dirimu terlihat indah ketika dapat melukis kekuatan dalam permasalahan
Akan terlihat indah ketika masih tersenyum disaat hati menangis...
Berusaha bangkit disaat tertekan dalam gelumang penderitaan
Mendoakan disaat dirimu terhina
Mempesona dalam kelembutan dan indahnya memaafkan
Ketika dirimu mampu memberi disaat seharusnya menerima
Ketika dirimu menebar kasih disaat merasakan kekeringan.
Kasih tanpa balasan, kasih yang suci.
Ketika benang-benang jiwa mampu mengait kebaikan tanpa mengharapkan balasan
Ketika dirimu mampu membalas keburukan dalam kata dan perbuatan yang menyakitkan,
justeru berlaku sebaliknya dalam kasih dan jinjingan...
Sungguh ....
Tidak mudah tersenyum ketika hati menangis
tapi akan terasa indah ketika kita menyedari itu bahagian dari kasih Ilahi
Tidak mudah bangkit dalam keadaan terperuk,
tapi akan terasa indah ketika kita menyedari saat itu Allah sedang menyapa dengan cinta Nya
Tidak mudah memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
tapi akan terasa indah ketika menyedari saat itu kita mampu memberi erti bagi kehidupan orang lain
Tidak mudah memaafkan ketika kita dibenci dan di hina, tapi akan terasa indah kalau itu bahagian dari penyucian diri...
Tidak mudah melupakan kegagalan ketika kita masih bergelumang didalamnya, tapi akan terasa indah ketika menyedari itu adalah permulaan untuk sebuahkejayaan
Tidak mudah melupakan masa lalu yang menyakitkan,
tapi akan terasa indah ketika menyedari itulah jalan yang harus ditempuh untuk memulakan kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya .
Tidak mudah menghilangkan duka kerana kehilangan
tapi akan terasa indah ketika menyedari itu adalah bahagian dari kebahagiaan yang sebentar lagi menghampirimu
Tidak mudah menghadapi penderitaan dan cubaan yang terus mendera seolah olah tiada henti , tapi akan terasa indah ketika menumbuhkan kesabaran dan memupuk rasa syukur dan menyedari itu sebahagian dari cara Allah memberikan keheningan jiwa dan kemuliaan dalam kehidupan
Sungguh Dirimu indah ....
Ketika harapan , impian dan doa menyatu
dalam kerinduan pada NYA
Ketika dirimu menjadi perindu-perindu malam dalam kehangatan CINTANYA ...
Ketika menyedari itulah jalan-jalan yang harus dilalui menuju keindahan.
Selama dunia masih berputar, selama hayat masih dikandung badan , selama menyedari hidup adalah persinggahan sementara ,selama itu pula dalam kehidupan , kesedihan dan kebahagiaan akan datang silih berganti.
Ketika diri masih memahami dan menyadari kekayaanNya, selama dalam diri masih dipupuk rasa syukur..
semua akan terasa indah...
Ya Rabbi alangkah indah ketika semua itu mulai merasuk jiwa, ketika jiwa haus dalam kerinduan pada MU...
berbagi kasih dalam anugerah Cinta mU...
Alangkah indahnya dirimu ketika menyedari semua keindahan telah Allah cukupkan untukmu...
***
Kekuatan tidak datang dari kemenangan.
Perjuanganlah yang membangun kekuatan.
Jika kamu terus berjuang melewati kesulitan dan memutuskan untuk tidak menyerah maka itulah kekuatan........
Orang yang kuat bukanlah orang yang tidak pernah salah tapi orang yang kuat adalah orang yang segera bangkit setiap kali melakukan kesalahan.
Selamat menjalani hari dengan indah, hari yang penuh berkat , penuh rahmat dengan sentiasa dipenuhi rasa syukur...
Alhamdulillahi ala kullihal ...
Segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimanapun...
#prayforgaza
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Sunday, December 2, 2012
DZIKIR DAN DOA SELESAI SOLAT
1.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثَلاَثاً) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَـا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
ALLAHUMA ANTA SALAM WA MINKA SALAM TABARAKTA YA DZAL JALALI WAL IKRAM
“Aku minta ampun kepada Allah “(dibaca tiga kali), “ Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, waha
i Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia “.
(HR.Muslim: 1/414).
2. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir'
Allahuma la mani'a lima a'thoita, wala mu'tia lima mana'ta, wala yanfa'u dzal jaddi minkal jadd
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya Kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Nasib baik seseorang tiada berguna untuk menyelamatkan ancaman dari-Mu (HR.Bukhari: 1/225, Muslim: 1/414.)
Pada waktu Magrib dan Shubuh ditambah :
Nabi bersabda : "Barangsiapa setelah sholat Magrib dan Shubuh membaca'Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir' 10x, maka, ALLAH akan tulis setiap 1x nya 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, ALLAH lindungi dr setiap kejelekan, dan ALLAH lindungi dari godaan syaitan" (HR. Ahmad IV/227, Tirmidzi no.3474)
Diucapkan setelah salam khusus setelah shalat Subuh.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahuma inna nas'aluka ilman Nafi'an wa rizqon Thayyiban wa amalan Mutaqobalan
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima “
Ibnu Majah dan lainnya. Lihat Shahih Ibnu Majah: 1/152 dan Majmauzzawa’id: 10/111.
3. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir'
la haula wala quata ila bilah, laa ilaha ilallah wala na'budu ila iiyah, lahun na'mah walahul fadlu, walahut tana'ul hasanu Laa ilaaha ilallah mukhlisina lahud diina walau karihal Kafirun.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya “. (HR.Muslim: 1/415.)
4. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ (ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x
digenapkan“keseratusnya dengan membaca
'Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir'
Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar “ (di-baca 33 kali), “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu “.
“Siapa yang mengucapkannya selesai shalat, Aku (Allah) ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan”.
(HR. Muslim 1/418 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
5. Membaca Ayat Kursi
Al Baqarah 255
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.
Rasulullah SAW bersabda :
“Siapa yang membacanya sehabis shalat tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian”,
( HR.Nasa’i dalam Amalul Yaumi Walailah, no: 100, Ibnu Sunny, no. 121, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Jami’: 5/339, dan Silsilah Hadits Shahih: 2/697, no. 972.
6. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas
Dibaca setiap selesai shalat fardhu’.
Abu Daud: 2/68, lihat Shahih Tirmidzi: 2/8,
ketiga surat tersebut disebut juga “Al Mu’awwizaat”, lihat Fathul baari: 9/62
-SUMBER: facebook.com/pages/Motivasi-Inspirasi
Saturday, December 1, 2012
Himpunan cerita Gaza
Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesuli
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka “mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata kuno.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa “peristiwa aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnalis, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Berikut ini adalah rangkuman “kisah-kisah ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.
Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza ...
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,
“Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”
Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi Serdadu Israel ...
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan,
“Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Apakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al-Qur’an?
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS. 8 : 9)
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh ...
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing ...
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Seorang mujahid Palestina menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpati itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut Membantu ...
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Karena kekejaman zionis yahudi, semua makhluk Allah melawannya, Maha benar sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:
Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi." (HR Muslim dalam Shahih Jami' Ash-shaghir no. 7427)
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu'min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS 8: 17-18)
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengetahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).
Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid An-Nur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al-Qur’an tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,’ (Al-Baqarah [2]: 155-156).”
jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo.com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan,
“Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal Al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) Al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza.
“Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.”
- Dari berbagai sumber -
Sunday, November 25, 2012
Renungan singkat
YA ALLAH.. lindungilah gelisahku lekatkan kerisauan ini agar lebih kurasakan perlindungan-MU.
YA ALLAH.... Aku memohon KAU beri kesudahan dalam kesedihanku aku mohon KAU lihat kerianganku, jalinlah hidupku seperti adanya
YA ALLAH.. Kau maha mngetahui hati dan perasaanku,
senang.....
sedih...
dosa......
doa....
nilailah dg kuasa-MU
#prayforgaza
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Tuesday, November 20, 2012
Qunut nazilah
"اللهم أَعِزَّ الإسلامَ و المسلمين , اللهم أَذِلََّ الشِركَ و المُشرِكِين , أللهم انْصُرْ اخوانَنَا المسلمين و المجاهدين و المُسْتَضْعَفِين , فى فلسطين و فى لُبْنَان و فى العراق وفى كل مكان و فى كل زمان."
Ya Allah! Muliakan Islam dan orang islam. Ya Allah! Hinakan Syirik dan musyrikin. Ya Allah! Tolonglah saudara-saudara kami yang muslim dan mujahidin dan golongan-golongan lemah, di Palestine, di Lubnan, di Iraq dan di semua tempat dan di semua masa.
"اللهم دَمِّرْ أعْدَائَك أعداءَ الدِّين , اللهم أهْلِكِ الكَفَرَةَ و الشِرْكَ و المُنَافقين , اللهم اِنَّنا نَجْعَلُ فى نُحُورِ أعداءِنَا و نَعُوذُ بِك مِن شُرُورِهِم, اللهم بَدِّدْ شَمْلَهُم و فَرِّقْ جَمْعَهم و شَتِّتْ كَلِمَتَهم و زَلْزِلْ أَقْدَامَهم و سَلِّطْ عليهم كَلْبًا مِن كِلَابِك"
Ya Allah! Binasakan musuh kamu, Musuh agama (Islam). Ya Allah! Hancurkan kekufuran, Syirik dan Munafiq, Ya Allah! Sesungguhnya kami jadikan pada leher-leher musuh kami (kami serah kepada Mu) dan kami berlindung dengan-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka. Ya Allah! Cerai beraikan himpunan mereka, pisahkan kesatuan mereka, selerakkan kalimah-kalimah mereka, gegarkan ketetapan mereka, Kalahkan mereka dengan anjing dari anjing-anjing kamu.
"يا قهَّار , يا جبَّار , يا مُنْتَقِم , يا الله , يا الله , يا الله , يا رب العالمين"
Wahai Tuhan yang maha gagah, Wahai Tuhan yang maha keras, Wahai Tuhan yang maha membalas, Wahai Allah!!
"اللهم يا مُنْزِلَ الكتاب و يا مُجْرِىَ السَحاب و يا هَازِمَ الأحزاب , اِهزِم الكفار , اهزم اليهود , اهزم الهنود , اهزم أمريكا ومن وَلَّا هُم , وانصُرْنا عليهم"
Wahai Allah, tuhan yang menurunkan kitab (al-Quran), tuhan yang menggerakan langit, tuhan yang mengalahkan tentera ahzab, kalahkan kuffar, kalahkan yahudi, kalahkan hindu, kalahkan amerika dan sekutu-sekutu mereka, dan tolonglah kami atas mereka.
"اللهم انت قَوِىٌّ و نَحْنُ ضُعَفَاء , نَشْكُوا ضُعْفَ قوتِنا , اللهم انت ربنا و نحن عبادك"
Ya Allah, Engkau berkuasa, kami lemah, kami mengadu kelemahan kami. Ya Allah! Engkau Tuhan kami dan kami adalah hamba-hamba kamu.
"اللهم ارْزُقْنا شهادةً فى سبيلك , ربنا أتنا فى الدنيا حسنة و فى الأخرة حسنة , وقنا عذاب النار"
Ya Allah! Rezekikan kepada kami Syahid di jalan kamu. Ya Allah! Berikan kepada kami kehidupan di dunia ini baik dan di akhirat juga baik, dan selamatkan kami dari Azab neraka.
"وصلى الله على رسوله الكريم , و على أله و صحبه أجمعين , و الحمد لله رب العالمين"
*Paling tidak.. Berdoalah untuk saudara kita di Gaza... :'(
#prayforgaza
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Friday, November 9, 2012
Senyumlah
Tersenyumlah jikalau dirimu dilukai
Tersenyumlah jikalau dirimu dilupai
Tersenyumlah jikalau dirimu disakiti
Tersenyumlah jikalau dirimu ditindasi
Tersenyumlah jikalau dirimu dibebani
Tersenyumlah jikalau dirimu dikhianati
Hanya sabar dan syukur mencipta senyuman
Ya Allah, berilah aku kekuatan mengdahapinya
jadikanlah senyumanku menjadi penawar dukaku
*asyik tersenyum je...
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Sunday, October 28, 2012
3 hal...
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan
Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam
Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran
Ada 3 Hal yang paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan
Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi
Ada 3 Hal yang membentuk watak seseorang :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras
Ada 3 Hal yang membuat kita sukses :
1. Tekad
2. Kemauan
3. Fokus.
Ada 3 Hal yang tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh
Tapi, ada 3 Hal dalam hidup yang pasti, yaitu :
1. Tua
2. Sakit
3. Kematian
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Wednesday, September 12, 2012
Cinta Allah
Allah menjawab: "dan Kami jadikan tidurmu untuk istirehat." (QS. 78:9)
Ketika kita mengeluh: "beratnya cubaan ini, aku tidak sanggup."
Allah menjawab: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…" (QS. 2:286)
Ketika kita mengeluh: "gelisah yaa."
Allah menjawab: "…ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. 13:28)
Ketika kita mengeluh: "apa yang aku buat ini semua sia-sia?"
Allah menjawab: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. 99:7)
Ketika kita mengeluh: "tak ada seorang pun yang menolong aku."
Allah menjawab: "Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Ku perkenankan bagimu." (QS. 40:60)
Ketika kita mengeluh: "aku sangat sedih…"
Allah menjawab: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." (QS. 9:40)
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Sunday, September 2, 2012
kisah seorang manusia dengan seekor pupa
Kenyataannya, pupa itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak boleh terbang. Yang tidak difahami dari kebaikan orang tersebut adalah bahawa kepompong yang menghalang dan perjuangan yang diperlukan pupa untuk melepasi lubang kecil tersebut adalah cara Allah untuk memaksa cecair dari tubuh pupa itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga ia siap terbang dan memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa ujian, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang sepatutnya kita mampu. Kita mungkin tidak dapat terbang.
Kita memohon kekuatan, dan Allah memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita kuat.
Kita tidak memperoleh yang kita inginkan, tetapi kita memperoleh yang kita perlukan.
Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan KEBAIKAN, maka ditimpakan UJIAN padanya." (HR. Bukhari)
UJIAN adalah KASIH SAYANG ALLAH
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Wednesday, August 15, 2012
Islam Itu Indah
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Tuesday, May 29, 2012
Fadhilat Hauqalah "La Hawla Wala Quwwata Illa Billah"
Friday, May 4, 2012
7 Golongan
"Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya:
(1) Pemimpin yang adil,
(2) Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (menjaga shalat dan kewajiban lainnya dan juga melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam)
(3) Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (selalu shalat jama'ah 5 waktu di masjid)
(4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, (*tidak termasuk pacaran, pacaran adalah mendekati zina)
(5) Seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, "Aku takut kepada Allah,"
(6) Seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya,
(7) dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Monday, October 17, 2011
Mari berdoa
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Thursday, August 18, 2011
Wisdom Discovery
But...
Careless words may kindle strife. Cruel words may wreck a life. Timely words may level stress.
Still...
Loving words heal and bless.
But...
If people say something bad against you, don't be offended. Remember: "A dog doesn't bark if he knows the person!"
Still...
A kind word can be uttered in a few seconds, yet its effects last a lifetime.
So...
Starve your ego, feed your soul.
And...
Be good, do good, feel good!
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone
Tuesday, August 9, 2011
judge mental
اَللَّهُـمَّ إِنيِّ أَعوُذُ بِكَ مِنْ عَذاَبِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذاَبِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَحْياَ
وَالْمَماَتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسيِحِ الدَّجاَّلِ
...amin
Friday, August 5, 2011
SIAPAKAH YANG MENYAHUT RINTIHAN DERITA INSAN?
“Wahai manusia, diberikan untuk kamu satu perumpamaan, maka dengarlah mengenainya; sesungguhnya mereka yang kamu seru selain dari Allah itu, tidak sama sekali dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka berpakat untuk membuatnya; dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat menyelamatkan kembali. (maka) lemahlah yang meminta (untuk ditunai hajatnya), dan lemahlah yang diminta (untuk menunaikan hajat)”. (Surah al-Hajj: ayat 73).
“Siapakah yang dapat menyahut orang yang dalam kemudaratan, tatkala dia berdoa kepadaNya, serta Dia menghilang keburukan?!”. (Surah al-Naml: ayat 62).
“Aku pernah membaca dalam kitab terdahulu, bahawa Allah berfirman: “Demi kemuliaanKU, seandainya segala langit dan sesiapa yang ada padanya, bumi dan sesiapa yang ada padanya melakukan rencana jahat terhadap orang yang berpegang denganKU, sesungguhnya AKU akan jadikan untuknya di celahan itu jalan keluar. Sesiapa yang tidak berpegang denganKu, maka sesungguhnya AKU boleh tenggelamkannya ke dalam bumi di bawah kedua kakinya, AKU jadikan dia di awangan (tiada pergantungan) dan AKU biarkan dia kepada dirinya”. (Ibn Kathir, Tafsir al-Quran al-‘Azim, 10/422. Saudi: Dar ‘Alam al-Kutub).
“Boleh jadi orang yang kusut masai, berdebu, yang dihalau di pintu (tidak diterima kedatangannya), jika dia bersumpah dengan nama Allah nescaya Allah tunaikan”. (Riwayat Muslim).
“Siapakah yang dapat menyahut orang yang dalam kemudaratan, tatkala dia berdoa kepadaNya, serta Dia menghilang keburukan?!”, dia berkata: “Allah menjamin menyahut orang yang kemudaratan apabila dia berdoa kepadaNya. DIA memberitahu mengenai diriNya. DIA menerima doa orang yang dalam kemudaratan sebabnya keadaan doa ketika dururat (kesusahan yang amat) itu terbit dari keikhlasan, terputus hubungan hati sanubari dengan selain Allah. Bagi keikhlasan itu suatu kedudukan dan jaminan di sisi Allah. Ini boleh ada pada orang mukmin dan kafir, yang taat dan yang jahat.Persis seperti firman Allah: (maksudnya) “Dialah yang menjalankan kamu di darat dan di laut; sehingga apabila kamu berada dalam dalam bahtera, dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya, dengan tiupan angin yang baik, dan mereka pun bergembira dengannya; tiba-tiba datanglah angin ribut yang kencang, dan datang pula kepada mereka ombak dari segala penjuru, dan mereka percaya bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadanya (sambil merayu dengan berkata): “Demi sesungguhnya! jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami akan menjadi orang-orang Yang bersyukur” (Surah Yunus, ayat 22).Firman Allah juga: (maksudnya) “Maka apabila mereka naik bahtera (lalu menemui sesuatu bahaya di laut), mereka memohon pertolongan kepada Allah dengan mereka mengikhlaskan kepadaNya agama, kemudian setelah Allah menyelamatkan mereka (naik) ke darat, mereka melakukan syirik kepadaNya” (Surah al-Ankabut, ayat 65).(kata al-Qurtubi lagi) “DIA menyahut doa mereka ketika darurat dan berlakunya keikhlasan mereka, sedangkan DIA tahu bahawa mereka akan kembali kepada kesyirikan dan kekufuran mereka” (al-Qurtubi, Al-Jami’ li Ahkam al-Quran, 13/223. Beirut: Dar al-Fikr)









